Saturday, 13 May 2017

Berhenti Menyiksa Guru!

Salam Pendidikan…

Tetangga saya adalah seorang Guru yang sehari-hari mengajar di salah satu Sekolah Dasar Swasta. Dalam setiap perjumpaan, wajahnya “kecut” mengekspresikan kondisi yang dialaminya di sekolah.
Suatu hari sepulang sekolah, dia berjalan lambat sambil tertunduk seakan berharap andai ada uang jatuh tercecer di jalan.

Lho… kok loyo Bu…
Bagaimana tidak loyo, susu untuk anak habis, gaji belum juga dibayarkan… dari bulan januari ini Pak! dengan nada tinggi sambil melotot ke arahku.

Berlian adalah seorang Guru yang di SK kan Pemerintah Daerah Toraja Utara dengan status HONDA [honor daerah] dengan “upah” Rp.520.000 setiap bulan. [bandingkan dengan UMR SulSel 2017, Rp. 2.435.625]

Dulu… sewaktu Bupati saat ini dalam masa kampanye, beberapakali saya mengikuti diskusi dimana salah seorang Pembicara yang hadir adalah Calon Bupati. Salah satu “Mimpi” membangun Daerah Toraja Utara yang disampaikan dengan nada berapi-api adalah bidang Pendidikan.

Upaya perbaikan bidang Pendidikan di Toraja Utara disampaikan secara lisan tanpa teks dengan sistematis dimulai dari konteks global hingga teknis pelakasanaan di lapangan. Beliau juga menyampaikan analisis SWOT [so pasti… lha akademisi nih yang bicara] Pendidikan di Toraja Utara.

Yeah… hati diriku berbunga, mendapat angin segar, harapan untuk perbaikan pendidikan di tanah kelahiranku.

*** Berhenti Menyiksa Guru!***
  1. Siapa yang harus berhenti menyiksa? Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara sebagai pemberi amanat.
  2. Betulkah Guru tersiksa? Jika Anda bekerja dengan kontrak imbalah Rp.520.000 setiap bulan, Anda melaksanakan amanat dengan sungguh, lalu gaji Anda dibayarkan 2 bulan kemudian. Anda BAHAGIA?
*** Tawaran Solusi***
Pemerintah Daerah Toraja Utara.
  1. Segera penuhi dan buktikan pembayaran Gaji Guru tepat waktu sesuai nominal kontrak.
  2. Untuk SK Kontrak berikutnya, agar tertera “Gaji dibayarkan  setiap tanggal 32 Desember 2017 sebesar Rp. 6.240.000”
  3. Jika Pemerintah Daerah Toraja Utara tidak mampu memenuhi pembiayaan Guru Honorer, ke depan tidak perlu mengangkat Guru Honor Daerah.
Guru Honor Daerah
  1. Dari pada menyiksa diri, segera tinggalkan profesi ini dan beralih ke bidang lain yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan Anda.
  2. Tetaplah jadi Guru dan tidak perlu mengeluh kekurangan biaya kebutuhan pribadi dan Teruslah mengabdi, membimbing…
***
Kita sekalian tentu sangat berharap dan rindu menyaksikan Proses Pendidikan di Negara Repubilk Indonesia berlangsung dengan baik, PBM berkualitas, Guru-Pegawai Bahagia melaksanakan tugas. 
Pemerintah Pusat sudah melakukan "banyak" hal untuk perbaikan. Sangat diharapkan Pemerintah Daerah menyatakan kesungguhan menata dan melayani bidang Pendidikan dengan terbaik.

Salam… jika terdapat maksud, pemilihan kata kalimat yang tidak mendidik… mohon, didiklah aku.

Daniel Desianto Pasedan
Guru yang di SK kan oleh Yayasan Pendidikan Kristen Toraja [YPKT] dan diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di SMK Kristen Sangalla’.
Alamat : Kompleks Perumahan Guru SMK Kristen Tagari.

Tuesday, 14 March 2017

Menulis Itu Gampang Banget

Menurut hemat saya, sesungguhnya menulis adalah sebuah kegiatan yang sangat sederhana.
Mari kita lihat definisi versi saya :

Tulisan adalah pikiran, perasaan yang dinyatakan dalam wujud teks.
Penulis adalah oknum yang berani menyatakan pikiran, perasaan, mimpi dalam wujud teks. 

Berdasarkan pemahaman saya tersebut maka sesungguhnya kegiatan menulis adalah kegiatan yang sangat sederhana yaitu mewujudkan, menyatakan pikiran perasaan seseorang dalam bentuk kata dan kalimat.

Fakta yang terjadi pada setiap orang adalah "merasa sulit" menyatakan pikiran-perasaan melalui tulisan.

Memang disadari bahwa budaya menulis bukanlah budaya saya. Saya lebih terbiasa berinteraksi dengan budaya lisan. Sejak dahulu kala nenek moyang saya memberi pesan, menyatakan pikiran, mimpi, maksud melalui pesan lisan secara turun temurun.
Itu sebabnya, saat ini saya kesulitan menulis dan lebih terbiasa berbicara.

Dengan hadirnya teknologi canggih saat ini maka kebiasaan "sulit tulis" tersebut sesungguhnya bisa teratasi.
Sebenarnya sangat mudah menyatakan pesan lisan dalam bentuk suara atau dengan metode bercerita menjadi bentuk teks yakni dengan memanfaatkan fasilitas Google Voice tanpa harus diketik ulang.
Seseorang cukup bercerita atau berbicara ke HP dan dengan sendirinya Google akan menterjemahkannya menjadi teks.
Jadi sesungguhnya saat ini, menulis adalah kegiatan yang sangat gampang dan sederhana.

Pertanyaannya adalah Apakah saya berani dan mau menyatakan pikiran perasaan saya melalui pesan tertulis ataukah membiarkan diri saya tidak mampu menyatakan secuil karya tulis?

Secara teknis, tutorial untuk menyatakan suara menjadi teks bisa dilihat di sini.

Oya... satu lagi. 
Tentang "hantu" Ejaan Yang Disempurnakan atau Ilmiah atau istilah apapun yang digunakan sebagai rambu-rambu karya tulis, saran saya adalah abaikan saja saat ini. "hantu" tersebut dengan sendirinya akan sirna seiring dengan latihan, belajar, menerima masukan dan interaksi dengan pribadi-pribadi hebat yang telah menyatakan karya tulis sebagai seni. 

Konon katanya, menurut survey... Indonesia rangking 60 dari 61 Negara tentang minat baca, lalu berdasarkan survei UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.

Pemanasan lagi nih... sebelum masuk ke Gerakan Literasi Sekolah. Hmmmmmm....

Semoga bisa bermanfaat bagi siapapun yang ingin menyatakan pikiran perasaan nya melalui karya tulis kurresumanga'

...